SELAMAT DATANG DIBLOG {REMO FORTUNA}

Sabtu, 28 Maret 2015

Cara Partisi Hardisk untuk Dual Boot

Cara Partisi Hardisk untuk Dual Boot


Cara Partisi Hardisk

 

A.Penjelasan

Partisi (bahasa Inggris: partition), dalam sistem berkas dan pengelolaan sarana penyimpanan adalah sebuah bagian dari ngingatan atau sarana penyimpanan yang terpisah secara logis yang berfungsi seolah-olah bagian tersebut terpisah secara wujud. Sarana penyimpanan yang dapat dipetak adalah ngingatan (baik itu ngingatan wujud ataupun ngingatan maya oleh pengelola ngingatan sistem operasi), cakram keras, cakram magneto-optis (MO Disk), dan beberapa [[memori kilat|ngingatan kilat]. Meskipun demikian, istilah "pemetakan" saat ini digunakan untuk merujuk pada bagian dari cakram keras.
Partisi dibuat ketika pengguna membuatnya dengan menggunakan utilitas partisi (seperti halnya utilitas DOS/Linux fdisk, fips, Disk Druid, utilitas Windows diskpart, atau produk komersial Symantec Norton Partition Magic) dan memformatnya dengan memberinya sebuah sistem berkas tertentu.
Dalam rangka membuat partisi, maka sebenarnya yang dilakukan oleh pengguna tersebut adalah membuat sebuah "daftar isi" dari hard disk yang dimilikinya. Dalam sistem x86 serta x86-64, daftar isi yang dibuat adalah tabel partisi, yang disimpan di dalam Master Boot Record. Adalah mungkin bagi pengguna untuk membuat beberapa partisi di dalam sebuah hard disk, sehingga menjadikannya terlihat sebagai beberapa hard disk, meski jumlahnya dibatasi oleh skema partisi yang digunakannya. Dalam sistem x86 serta x86-64, partisi utama yang dapat dibuat hanyalah empat buah saja, sementara sistem IA-64 dapat mendukung partisi hingga 128 buah. Sistem operasi akan menganggap partisi-partisi yang berbeda ini dianggap sebagai sebuah media penyimpanan yang berbeda. Membuat beberapa partisi dalam sebuah hard disk akan lebih memudahkan dalam melakukan manajemen data pengguna.
Setiap sistem operasi dan sistem berkas memiliki sebutan tersendiri untuk menyebut partisi. Sebagai contoh, MS-DOS menggunakan istilah partition, sementara keluarga Windows NT menggunakan istilah volume. Hal ini disebabkan oleh Windows NT yang memiliki kemampuan untuk membentuk satu volume yang terdiri dari beberapa partisi terpisah, daripada sistem operasi MS-DOS yang hanya dapat membuat satu volume untuk satu partisi.

B.Langkah-langkah

 

1.Pertama, buka GParted untuk mengetahui hardisk yang akan di partisi.

2.Lalu kita delete satu persatu  partisinya.Kita delete partisi /dev/sda3.

3.Kemudian kita delete juga partisi /dev/sda2.

 

4. Sebelum kita delete partisi linux-swap.Kita harus membuka kunci dari partisi linux-swapnya.Dengan cara "klik kanan - swap off".

 

5.Baru kita delete partisi linux-swapnya.

6.Apabila sudah di hapus semua.Kita atur partisi agar aman untuk di jalankan dual OS.

7.Pertama kita atur untuk membuat partisi linux-swapnya terlebih dahulu.Ukuran buat linux-swapnya sebesar 2x dari RAM.Lalu Add.

8.Lalu kita atur partisi untuk Windowsnya menjadi format "ntfs".Kita beri ukuran sebesar 30 GB dan kita beri nama partisinya "WINDOWS".Lalu Add.

9.Lalu kita atur lagi partisi untuk Linuxnya menjadi format "ext2".Kita beri ukuran sebesar 100 GB.Lalu Add.

 

 

10.Kita buat partisi yang masih kosong menjadi Extended Partition.Lalu Add.

 11.Lalu kita buat partisi unutk penyimpanan data di dalam partisi Extended.Kita beri ukuran 170 GB dan format "ntfs".Dan beri juga label DATA A.Lalu Add.

12.Satu lagi kita beri partisi untuk sisanya di dalam Extended.Beri label DATA B.

13.Apabila sudah selesai mempartisi.Kita langsung klik "Centang" untuk memulai proses membaca partisi.

 14.Beginilah penampakan partisi yang sudah di atur.

NB : Mohon maaf apabila masih ada banyak kekurangan.

Related Posts :

0 komentar:

Posting Komentar